"Ben," Popy memanggil suaminya, terlihat bahwa wajahnya cemberut. Ben menoleh ke arah istrinya, dia sedang berada di depan laptop, entah apa yang dia lakukan. Jemarinya dari satu jam yang lalu terus mengetik dan mengklik tombol keyboard. "Ssshhh...huuh!" Popy menghembuskan napas susah. Sret Dia memperlihatkan pakaian dalamnya ke arah Ben. Ben yang melihat tingkah istrinya hanya menaikan sebelah alisnya. Yang dinaikan adalah celana dalam perempuan itu. "Celana dalamnya Poko udah kebesaran! Semuanya! Ini karetnya udah melar padahal ini masih celana dalam baru! Baru Poko pakai satu kali!" Popy memandang kesal ke arah Ben. Ben yang mendengar kekesalan istrinya terlihat manggut-manggut. "Kalau begitu nanti kita beli yang baru untukmu." Ujar Ben. "Mau beli baru yang bagaimana lagi? Ini

