Tamu Istimewa

1916 Kata

Wanita itu begitu menawan, menyedot perhatian semua orang yang berada di area lobi apartemen. Memakai mini dres biru lembut, punggungnya yang terbuka berkilauan, warna dress itu menonjolkan warna kulitnya yang putih. Saat ia berdiri di depan pintu lobi dalam keanggunan yang membuat orang ingin melindunginya, memanjakan sepasang mata ditemani debar jantung yang sulit untuk diredakan. Adalah Mayor Sinatra, terpesona sejak dari pertama kali melihat wanita itu ... Miranda. Mayor duduk di sofa bagian sudut lobi yang mengarah ke arah luar, menatap tanpa berkedip pada kemunculan wanita yang pernah ditemuinya di rumah sakit. Wanita yang berhasil membuatnya tertarik. Mayor berada di sana memang ingin menemui Miranda, untuk mengajukan beberapa pertanyaan setelah mengetahui bahwa Mirandalah yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN