Indira

1906 Kata

"Ya, aku di rumah. Belum bisa berkegiatan karena kakiku masih terbalut gips ...." suara Mahisa pada telepon genggamnya. "Aku tahu, tidak masalah dong, kan aku bisa ke rumahmu." sahut suara wanita di ujung telepon. "Oke." jawab Mahisa pendek sebelum mengakhiri sambungan. Wanita itu bernama Indira, Mahisa memanggilnya Indi. Dia mempunyai sebuah perusahaan warisan dari kedua orang tuanya. Mahisa mengenal Indira dari sejak sekolah menengah pertama dan selalu membantunya pada setiap kesulitan Indi. Usia mereka terpaut dua tahun, Mahisa adalah seniornya di sekolah itu. Bagi Indira, Mahisa adalah cinta pertamanya dan cinta itu semakin berkembang seiring waktu. Meskipun ia tahu sewaktu kuliah dulu Mahisa pernah dekat dengan seorang wanita yang diketahuinya bernama Miranda, dan sempat membuatn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN