Bahagia Isabel

1640 Kata

Mahisa Bubelle tampak kusut masai, ia tidak bisa tidur sekejap pun, Hatinya sangat tidak tenang dan terus gelisah. Rasa bersalahnya kepada Isabel sangat menyiksa dirinya. Terdengar olehnya ketukan di pintu, sosok lelaki dan wanita setengah baya beriringan memasuki ruangannya. Mereka begitu serasi. Di wajahnya selalu tersungging senyum yang menenangkan. Ayah dan Ibu tirinya sudah sampai untuk menjemput pulang Mahisa. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Mahisa masih tinggal bersama orang tuanya. "Wah, belum siap?" Dewa, ayahnya Mahisa bertanya dengan heran. "Loh, kamu kok kusut begini? Jangan-jangan gak tidur semalam. Kenapa? Ada yang sakit?" Mayang, Ibu tirinya Mahisa terlihat khawatir melihat kondisi Mahisa. Mahisa tidak bisa berkutik di depan kedua orang tuanya. Kegagahannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN