"Uhuk...uhuk." Felia terbatuk berulang kali. "Fel, lo nggak pa-pa?" Tanya Farell, hanya tinggal Farell yang berada di rumah. Nevan tentu saja sudah berada di sekolah. Karena jam sudah menunjukan pukul 9 pagi. "Nggak, gue mau ke kamar dulu." Felia bangkit dari sofa dengan susah payah, rasanya kepalanya serasa berputar hingga dia hampir terjatuh jika saja Farell tidak menahan nya. "Fel, lo panas!" Farell dengan cepat mengangkat badan Felia dan membawanya ke kamar. "Gue butuh tidur aja, dan nggak usah panik gitu." Felia terkekeh pelan, Farell sudah seperti orang bingung. Dia mondar mandir sambil memegang hape nya, entah menelfon atau mengirimkan pesan ke siapa. "Ambilkan kotak obat yang ada di dapur." Ucap Felia. Farell bergegas dengan cepat ke dapur dan mengambil kotak serta segelas air

