Bayang-bayang wajah si kembar terus menghantuiku sejak kemarin. Aku sampai tidak bisa tidur, karena setiap kali memejamkan mata pasti akan mengalami mimpi buruk. Aku dilarikan ke rumah sakit setelah pembukaan dua. Sekarang baru pembukaan lima masih harus menunggu lima pembukaan lagi. Tiba-tiba saja air mataku mengalir dengan deras, entah karena rasa sakit akan melahirkan atau takut kejadian dulu terulang kembali. “Honey, kenapa?” Mas Agung tak pernah meninggalkan ruangan tempat aku dirawat. Semua kegiatannya dilakukan di dalam sini. Mulai dari makan, sholat hingga membalas email dari klien. “Anak kita akan baik-baik saja ‘kan?” “Insyaallah,” jawab Mas Agung. “Mama Dera telah memeriksa mu barusan. Beliau mengatakan jika kamu bisa melahirkan secara normal. Pembukaan mu juga tergolong ce
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


