Mas Agung benar-benar menganggapku seperti musuhnya. Setiap kali aku mendekat dia langsung mengusirku dan memintaku agar tidak datang ke rumah sakit lagi. Padahal Mama sudah menjelaskan jika kami telah menikah tapi dia tetap tidak percaya. Paling parahnya lagi dia selalu bertanya dengan siapa anakku tinggal sekarang. Boro-boro anak, di sentuh sama suami aja baru DP. Belum sempat di kasih nafkah batin eh malah sekarang suaminya hilang ingatan. “Mama, kenapa dia masih sini lagi?!” “Kok tanyanya gitu. Dyah itu Istrimu wajar jika dia masih berada di rumah sakit. Mama nanti siang harus pulang ke Jogja jadi yang akan mengurusmu adalah Dyah.” “Ma, Pria dewasa seperti ku tidak boleh berada dalam satu ruangan dengan Perempuan bersuami. Nanti bakal timbul fitnah.” “Ya, ‘kan suami Dyah itu kamu

