17. T u j u h b e l a s

1396 Kata

Christop menepikan mobilnya, ia turun dari mobil. Langkah kakinya membawa Christop menuju bibir pantai. Suasana pantai yang sepi, hanya suara deburan ombak yang menemani kesunyian ini. Hampa. Itu yang dirasakan Christop sejak beberapa tahun terakhir. Hanya ada kekosongan di hatinya. Semuanya semu. Tanpa warna. Seakan Christop yang dulu sudah tidak ada lagi. Karena tidak adalagi Christop yang ramah dengan penuh cinta. Yang sekarang tinggal hanyalah Christop tanpa belas kasih dengan mata hati yang sudah tertutup oleh dendam. Hatinya mati. Christop berteriak frustasi, "Aaaaaaaaaaaaaaa!" Wajahnya memerah, Christop menjambak rambutnya. Kacau. Entah kenapa kalimat Klaus memporandakkan hati dan pikirannya. Semua menjadi tak terkendali apalagi begitu Klaus pergi, tanpa pikir panjang Chr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN