Aku sangat bahagia, ingin aku berkata kepada tuhan betapa baiknya engkau padaku. Karna apa yg aku inginkan seakan terkabul, oh tuhan. Maafkan aku yg sempat berkata hal yg membuat dirimu marah, aku mohon, jangan tersinggung. Aku marah karna aku merasa sedih akan kebahagian putraku yg seakan di uji oleh mu. **** "Mama," Lirih marvin dengan wajah pucat pasinya saat ini. Bahkan alex menelan salivanya yg terasa tercekik saat ini. Membuat ayah dan anak itu saring menggenggam erat, tatapan kedua pria berbeda versi itu memiliki tatapan yg berbeda. Ya, berbeda. Langkah kaki alex seakan terasa berat, bahkan kedua mata marvin kini sudah di penuhi oleh air mata. Pria kecil itu merasakan hal yg sama, ya. Sama yg di rasakan oleh papa tampannya yg terlihat tidak percaya dengan perlihatannya saat ini.

