Arslan mengusap wajahnya kasar, kala malam tadi dirinya sudah kelewat batas. Hal yang Arslan hindari untuk dilakukan lagi, akhirnya kembali Arslan lakukan. Matanya menajam menatap tumpukan dokumen didepannya. Dan baru kali ini Arslan datang ke kantor tepat pada pukul lima pagi, bayangkan. Lima pagi! Hanya demi menghilangkan gejolak yang tengah dirinya rasakan. Ya Tuhan, Arslan masih ingat semalam dirinya melakukan itu bersama dengan Alana. Dan sekitar pukul empat pagi dirinya terbangun karena perutnya terasa mual dan ingin memuntahkan sesuatu, akan tetapi hanya cairan bening yang Arslan muntahkan. Setelahnya Arslan membangunkan Alana dan menyuruhnya segera kembali ke Mansion nya. "Ya Tuhan, kepalaku pening sekali." gumam Arslan seraya memijat pelipisnya. Pening yang Arslan rasakan se

