Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, baik Fawnia dan Berta belum juga meninggalkan kantin rumah sakit. Mereka masih betah disini, meskipun sebenarnya tidak ingin. Mereka menuruti keinginan Rexia untuk menghabiskan waktu berdua dengan bayi kecilnya. Lagipula, Berta juga tidak tega menyaksikan putri tersayangnya menangis meraung-raung karena ketakutan. Ya, sosok dan identitas Arslan sudah terkuak dihadapan Berta. Fawnia sendiri yang mengatakan jika Arslan Aderxio adalah Arslan yang menghamili Rexia. Sungguh, Berta marah dengan kenyataan yang didengarnya. Apalagi pria itu sempat menyentuh dan menggendong cucunya--Arslin. Bayi kecil itu juga sudah dipuji-puji oleh Arslan. Dan lebih parahnya lagi, pembicaraan antara dia dan Fawnia didengar oleh Rexia. Wanita itu terpaku dan terkejut, sulit
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


