20

1023 Kata

Satu minggu setelah acara ulang tahun sekolah, satu minggu juga Aneth dan Defa tak pergi ke sekolah, seperti hilang ditelan bumi. Nathan tak berani mendatangi rumah gadis itu, atau pun apartemen Defa. Keduanya pasti sangat marah dengannya. "Nath, ke kantin yuk? Leta lapar nih!" ajak Aleta sesaat setelah guru keluar dari kelas. Nathan berubah menjadi pemurung, tak banyak bicara bahkan sering menghabiskan waktunya diperpustakaan untuk sekedar menjauhi Aleta yang terus berada disampingnya. Nathan juga mendapat respon kurang baik dari teman sekelasnya sebab lebih memilih Aleta dibandingkan Aneth, padahal mereka semua sudah mendukung hubungan Nathan dan Aneth. "Leta!" tegas Nathan melepaskan genggaman tangan gadis itu. "Udah cukup! Gue bukan pacar lo!" desis Nathan kesal. "Ih, tapi kan---"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN