Bab 174

2652 Kata

Celine berdiri di depan meja makan cukup lama. Matanya menatap satu per satu hidangan yang tersaji rapi di atas meja. Goreng udang tepung berwarna keemasan tersusun di piring besar, aromanya gurih dan menggoda. Di sebelahnya, sevmangkuk sup ayam bening mengepul hangat, potongan wortel dan kentang terlihat empuk. Lalu ikan bakar nila terhidang utuh, kulitnya kecokelatan dengan bekas bara yang sempurna, sambal dan lalapan tertata di sampingnya. Perut Celine langsung bereaksi. Ada rasa lapar yang tiba-tiba kuat, jauh berbeda dari biasanya. “Wah…” gumamnya pelan. Ia menarik kursi, duduk, lalu tanpa banyak pikir mengambil piring. Tangannya cekatan menyendok nasi putih hangat, lebih banyak dari porsi biasanya. Celine sendiri sempat terkejut melihat nasi yang ia ambil, tapi rasa lapar itu terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN