Fabian yang pagi itu tampak begitu bersemangat untuk bermain di halaman sekolah toddler, matanya langsung tertuju pada teman-teman sebaya yang sudah memiliki sepeda roda tiga. Tiga anak lain dengan ceria mengayuh sepeda kecil mereka, tertawa riang dan saling bersaing siapa yang paling cepat sampai garis finish yang dibuat di halaman sekolah. Fabian menatap mereka dengan mata berbinar, tetapi seketika wajahnya memerah dan bibirnya mulai gemetar karena keinginan yang begitu besar untuk memiliki sepeda roda tiga sendiri. “Faaabian… lihat, temanmu sudah bisa naik sepeda roda tiga!” seru seorang guru sambil tersenyum, mencoba mengalihkan perhatian bocah itu dari rasa frustrasinya. Fabian menolak menoleh, malah menjerit keras sambil mengangkat tangannya ke atas, meneteskan air mata yang membua

