Bab 154

1013 Kata

Begitu kaki kecil Fabian menjejak halaman sekolah TK itu, senyumnya langsung mengembang lebar. Matanya berkeliling dengan rasa penasaran yang tidak bisa disembunyikan. Anak-anak lain sudah mulai berdatangan, ada yang digandeng Mamanya, ada yang diantar Papa, ada juga yang digendong karena masih mengantuk. Suasana ramai, penuh suara tawa kecil, tangis manja, dan sapaan para guru. Fabian menggenggam tangan Celine erat-erat, lalu menoleh ke arah Frans. “Papa, ini sekolahnya gede.” Frans tersenyum. “Iya. Banyak teman di sini.” Fabian mengangguk cepat. “Aku mau punya banyak teman.” Celine menunduk sejajar dengan Fabian. “Nanti kalau sudah masuk kelas, Fabian jangan takut, ya.” Fabian mengangguk mantap. “Aku gak takut, Mama.” Seorang guru perempuan mendekat dengan senyum ramah. “Sela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN