BAB 27 SARAPAN

1150 Kata

Akhirnya Anmar setuju untuk tidak pulang tapi dia tidak mau membawa Alea ikut duduk bersama ibunya dulu, bagaimanapun mereka perlu waktu untuk sedikit berdamai dengan ego masing-masing. Kadang menunggu memang diperlukan, sama halnya jangan memutuskan suatu perkara pada saat masalah itu sedang terjadi, tunggu sejenak seperti menunggu air yang keruh jadi lebih jernih karena pikiran dan keputusan yang diambil ketika sudah lebih tenang bisa sangat berbeda. Anmar mengajak Alea sarapan di halaman belakang sekaligus untuk menghirup udara segar di bawah naungan pohon cemara yang masih berdaun hijau setelah melewati musim gugur. Menghabiskan waktu yang hangat di suhu udara yang semakin turun juga bisa terlihat sangat manis. "Habiskan makananmu." Anmar melihat Alea yang cuma makan sedikit-sedikit.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN