Dean langsung saja mengejar Irene yang baru saja keluar dari toko perhiasan itu. Pria itu yakin benar kalau sudah terjadi salah paham di pihak Irene yang seperti ini terjadi. Dan secepat mungkin, dia harus meluruskan segalanya sebelum semuanya terlambat. Dan ternyata, Dean menemukan Irene yang sedang menangis di depan sebuah mobil yang bisa ditebak pria itu adalah milik Irene. Dia pun segera menyusuli Irene lalu menepuk bahu gadis itu. “ Hai Irene! Kamu sama sekali tidak menyapaku dari tadi. Kamu kenapa? Dan lagi, kenapa kamu kelihatan gak suka kepada adik sepupuku?” Dean langsung memulai pembicaraan di antara mereka. Dia berdiri tepat di sebelah gadis itu dan mendengar tangisan pelan dari Irene. “ Hikss! Kamu jahat! Kenapa tiba – tiba menghilang hah!” Irene menyalahkan pria itu yang men

