Senin pagi, hari ini ada lomba basket antar sekolah, yang akan diselenggarakan disekolah SMKN 7 Mataram.
sekolah yang terletak di pusat kota itu, adalah tempat,empat orang sahabat itu bersekolah.
Kevin dan kawan-kawan'nya yang menjadi salah satu perwakilan dari SMKN 7 Mataram yang akan bertanding melawan SMKN 1 Mataram.
Reyna,Widya, Nabila, Tasya, pergi ke lapangan, guna menyaksikan pria pujaan hati mereka bertanding.
bukan hanya empat sahabat itu, semua teman sekolah Kevin, memberi semangat kepada tim Kevin yang menjadi wakil sekolah mereka.
Reyna dan ketiga sahabatnya itu berdiri di tepi lapangan, bersorak untuk membangkitkan semangat Kevin dkk.
"ayooooo sayang semangat, kamu pasti bisa menang" teriak Widya dari tepi lapangan
Widya yang cerewet itu, memanggil Kevin sayang, padahal dia dan Kevin tidak ada hubungan apa-apa.
"ihhh apa sih kamu sayang-sayang, dia itu cowok ku" ucap Nabila pada Widya yang tengah berdiri disampingnya
"apa? kamu bilang apa tadi? cowok mu?, hahaha ngaku-ngaku kamu" ujar Widya
"udah ih, kalian ini, harusnya kalian suport sekolah kita beri semangat untuk mereka yang bertanding, bukan hanya Kevin doang yang di semangatin" ujar Nabila
"tau nih si Reyna ama si Widya" ucap Tasya
meskipun mereka berempat menyukai laki-laki yang sama, persahabatan mereka tetap utuh, bagi mereka menyukai pria yang sama bukan alasan untuk berhenti menjadi sahabat.
bersaing secara sehat, tanpa menjatuhkan satu sama lain adalah prinsip hidup mereka, mereka telah sepakat siapapun nanti yang bisa mendapatkan hati Kevin, maka dialah pemenangnya dan yang kalah harus menerima itu dengan lapang d**a.
tapi untuk mendapatkan hati seorang pria tampan dan kaya raya itu butuh perjuangan yang luar biasa, karena fisik bukan penentu untuk mendapatkan hati Kevin itu.
Kevin bukan pria yang hanya memandang wanita dari fisiknya saja, tapi Kevin melihat bagaimana dia bisa membuatnya nyaman dengannya.
maka dari itu Tasya yang fisiknya tak sebagus sahabatnya itu juga ikut serta bersaing untuk mendapatkan hati Kevin.
perlombaan basket dimulai, semua penonton yang hadir bersorak, memberi semangat pada tim kesayangannya.
"ayooooo SMKN 7 pasti bisa" teriak Nabila menggunakan towa
"Kevin"
"Kevin"
"Kevin"
nama Kevin terdengar dimana-mana, karna dia adalah kapten tim SMKN 7 Mataram, dia adalah pemain inti sekaligus peraih medali pada ajang basket tahun 2017.
pertandingan selesai, SMKN 7 Mataram berhasil menang melawan SMKN 1 Mataram, membuat para suporter SMKN 7 bersorak gembira melihat tim perwakilannya menang di pertandingan hari ini.
empat sahabat itu meninggalkan lapangan dengan wajah yang gembira, melihat tim pria idaman mereka menang melawan SMKN 1 Mataram.
"Kevin jago ya rey" ujar Widya
"iya lah, cowok ku" sahut Reyna dengan senyum
"hahaha ngaku-ngaku kamu" ucap Nabila
"hihihihi, dasar kalian, belum juga pacaran, udah pada ngaku-ngaku ceweknya Kevin" ungkap Tasya
"udah-udah Kevin itu cowok kita semua" ujar Reyna
"udah sih kalian mending cari cowok lain, biarkan princes Widya menjadi kekasihnya ananda Kevin" ucap Widya
"hahaha dasar princess gadungan lagi halu" ucap Nabila
melihat mereka yang sering berantem hanya karena Kevin, membuat orang mengira persahabatan mereka akan hancur karena cowok seperti Kevin.
tapi persahabatan mereka tetap utuh meski mencintai laki-laki yang sama, karena bagi mereka bersaing bersama sahabat adalah tantangan yang seru.
sebenarnya mereka tidak ingin menyukai pria yang sama, tapi itu semua mereka lakukan hanya untuk memperkuat tali persahabatan.
"kita ke kantin yuk" ajak Widya pada tiga Sahabatnya
"kamu terakhir kita kan" ujar Nabila
"dasar kamu, uang saku ku cuman 50rb, masak aku traktir kalian" ucap Widya
"becanda kok" sahut Nabila
"nanti kalo aku sama Kevin jadian, aku traktir kalian deh" ujar Reyna
"hahahahahahahaha" mereka tertawa.
mereka berempat pergi ke kantin, makan bersama, sembari berbincang mengenai kehebatan Kevin tadi saat bertanding.
suara bel berbunyi, menandakan seluruh siswa harus masuk kelas, Reyna yang satu kelas dengan Widya, bergegas masuk ke kelas mereka.
Tasya yang satu kelas dengan nabila, juga masuk ke kelas mereka.
"cringggggg" suara bel menandakan pelajaran selesai, waktunya mereka pulang ke rumah masing-masing.
Widya dan juga Reyna pulang menggunakan kendaraan mereka, sedangkan Tasya dan juga Nabila pulang di jemput ayah mereka.
Reyna dengan cepat bergegas pulang, karena hari ini dia akan pergi ke rumah neneknya bersama keluarganya.
sesampainya Reyna di rumah, rumah terkunci, keluarganya sudah pergi ke rumah neneknya tanpa menunggu Reyna pulang.
Reyna bergegas masuk ke rumah, membuka pintu rumah dengan kunci yang telah ibunya simpan di slogan depan rumahnya.
Reyna mengganti baju sekolahnya dan pergi menyusul keluarganya ke rumah neneknya.
Reyna adalah putri sulung, dia memiliki seorang adik laki-laki berusia 6 tahun.
Reyna dengan cepat mengendarai sepeda motornya, karena jarak rumahnya, dengan rumah neneknya lumayan jauh.
butuh waktu 2 jam untuk Reyna sampai di rumah neneknya itu, neneknya tinggal di sebuah desa yang berada jauh dari kota.
diperjalanan Reyna terjebak macet di Praya Lombok tengah, membuat dirinya harus kepanasan di tengah jalan yang sangat ramai dengan kendaraan.
karena terjebak macet, Reyna memutuskan untuk beristirahat di Alfamart untuk membeli minuman, dia merasa haus karena terik matahari membuat tubuhnya basah oleh keringat.
dia membuka hpnya, melihat jam, jam sudah menunjukan pukul 2 siang, sudah setengah jam dia di perjalanan menuju rumah neneknya.
karena keadaan jalan yang macet membuat dirinya harus beristirahat sejenak, guna mengeringkan badannya dari keringat.
dia duduk di kursi Alfamart sembari melihat ke arah jalan yang penuh dengan kendaraan, meminum satu botol air dingin dan cemilan yang dia beli di Alfamart.
setelah lumayan lama dia beristirahat, Reyna melanjutkan perjalanan ke rumah neneknya, agar dia sampai sebelum keluarganya pulang.
Reyna padahal sudah berpesan kepada ibunya, kalau dia kangen dengan neneknya maka dari itu Reyna ingin sekali kesana, melihat nenek yang dulu sering membelikan mainan untuknya waktu dia masih kecil.
jam menunjukan pukul tiga sore Reyna sampai di rumah neneknya, dengan keringat yang mengalir dari jidatnya.
"assalamualaikum" ucap Reyna
"walaikumsalam" ibu Reyna menjawab salam
"Reyna, astaga, ibu kira kamu gak jadi ikut" ucap ibu Reyna
"ahhh, ibu ini, kan Reyna udah bilang kalau Reyna mau ikut malah di tinggal" ujar Reyna dengan muka cemberut
"hihihi, cucu nenek kok mukanya murung begitu" ucap nenek Reyna
Reyna memeluk neneknya itu, wajah keriput dengan rambut berwarna putih, wanita lansia itu membalas pelukan cucu kesayangannya.
rasa rindu yang sangat dalam membuat wanita paruh baya itu meneteskan air mata, melihat cucu yang dulu dia gendong dengan tangannya kini tumbuh besar dan cantik.
"nenek kenapa nangis?" Reyna bertanya
"nenek sangat merindukan kamu, nenek terakhir kali bertemu kamu sejak kamu masih berusia 10 tahun, sekarang kamu sudah besar dan sangat cantik" ungkap nenek Reyna sembari mengelus pipi cucunya dengan kedua tangannya
"Reyna juga rindu kepada nenek, makanya Reyna datang kesini untuk melihat keadaan nenek" ujar Reyna dengan mata berkaca-kaca
tentu saja bagi seorang cucu yang telah lama tak bertemu neneknya, membuat hatinya merasa sedih, melihat neneknya yang sudah tua dengan kulit kriput dan rambut yang sudah memutih
apalagi neneknya Reyna adalah seorang nenek yang sangat sayang kepada Reyna, setiap kali Reyna menangis di waktu dia berusia 6 tahun, neneknya lah yang selalu membuat air mata Reyna tak menetes lagi.
hari telah sore, Reyna dan keluarganya pamit pulang, dengan perasaan tak tega melihat neneknya tinggal seorang diri membuat air mata Reyna menetes.
Reyna pulang dengan air mata yang terus menetes, membayangkan wajah tua neneknya.