Kejahilan Para Sepupu

1870 Kata

Acara hampir selesai. Satu per satu tamu undangan mulai meninggalkan tempat resepsi. Hazig mengajak Nayyara turun menuju meja kosong yang terletak di pojok ruangan. "Sayang, kamu duduk di sini dulu. Biar aku yang ambilkan makanan, ya!" ujar Hazig. Nayyara hanya mengangguk pelan. Ia merasa sangat lelah karena terus melayani tamu dan berdansa dengan sang suami. Meskipun demikian, rona bahagia tetap tampak di wajahnya. Sesekali ia tersenyum ke arah para tamu yang pamit pulang. Nayyara melepas sepatu high heels setinggi 10 cm. Sepatu yang cukup nyaman, tetapi karena ia memakainya terlalu lama tetap saja ia merasa pegal. Akhirnya, ia memijat pelan kedua kakinya yang masih tertutup kaus kaki secara bergantian sambil menunggu Hazig. Tak sampai 5 menit ia menunggu, Hazig sudah datang dengan du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN