Extra Part 1

1956 Kata

"BUNDA!" Mirza dan Azzam yang baru saja selesai bermain bola terkejut mendengar teriakan Azzura yang kencang. Dua anak lelaki itu segera berlari masuk menuju sumber suara. "Ada apa, Zura?" tanya Mirza dengan napas tersengal-sengal. "Bunda tadi terjatuh, terus gak bangun-bangun!" Azzura mulai menangis. Melihat saudara kembarnya menangis, Azzam segera memeluknya. "Kalian tetap di sini, ya! Aku telepon dokter dulu," cetus Mirza. "Dokternya laki-laki atau perempuan? Kan lagi gak ada Ayah di rumah. Kasihan Bunda kalau auratnya dilihat orang lain," ucap Azzura dengan sisa isak tangisnya. Mirza tersenyum seraya membelai kepala adik perempuannya. "Tenang, dokternya perempuan kok! Tunggu, ya!" Kedua adik kembarnya mengangguk. Mirza keluar dari kamar. Setelah beberapa saat, Mirza kembali ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN