Ruang tunggu operasi begitu sepi. Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing setelah pintu ruangan itu tertutup rapat. Berulang kali Tania membujuk Hazig agar mengisi perutnya, akan tetapi sang putra hanya menjawab dengan gelengan kepala. Rafa pun sama. Ia berulang kali meminta sang ayah untuk makan, tetapi Denis menolak. Ia merasa tak bisa tenang melakukan apa pun selama nasib putrinya berada di ambang kematian. Rafa juga berulang kali menghubungi ibunya, tetapi ponselnya tidak aktif. Ia merasa sang ibu telah berubah akhir-akhir ini. Biasanya ia tak pernah menonaktifkan ponselnya bahkan saat ibunya sedang tidur. Ia pun mencoba menghubungkan perubahan ibunya dengan pertemuannya dengan Alena di cafe. Namun, ia tak bisa berspekulasi sebelum mendapatkan cukup bukti. "Sebenarnya apa yang te

