Hazig sedang membaca beberapa dokumen yang menumpuk di mejanya. Sekretarisnya baru saja berganti karena Mona memutuskan untuk berhenti karena mengikuti suaminya yang merupakan seorang polisi dipindahtugaskan ke Tarakan. Sementara ini, ia harus memeriksanya sendiri sampai sekretaris barunya datang. Ia sengaja datang lebih awal untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. Suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya. "Masuk!" Seorang wanita berusia 25 tahun masuk dengan langkah anggunnya. Hazig memperhatikan secara intens penampilan gadis di hadapannya dari kepala sampai kaki. "Saya Viona, sekretaris baru Bapak." Wanita itu memperkenalkan diri sembari membungkukkan sedikit tubuhnya. Hazig berdecak kesal. "Kamu pernah bekerja di mana?" tanyanya, datar. Ia tampak tak berminat sama s

