Sinar matahari senja masuk ke dalam ruang ICU melalui kaca jendela. Hazig yang baru saja menunaikan kewajiban empat raka'atnya bergegas melipat sajadah dan meletakkannya di atas nakas yang letaknya tepat di samping ranjang Nayyara. Hazig memandang wajah sang istri tercinta yang matanya masih terpejam. Tak ada lagi pipi chubby yang selalu ia cubit gemas. Tertidur selama sebulan membuat berat badan Nayyara turun drastis. Meskipun demikian, kedua mata Hazig saat menatap wajah sang istri masih sama. Penuh cinta dan begitu memuja. Sejak kondisi Nayyara seperti itu, ia semakin sering menceritakan rutinitas sehari-harinya. Segala rasa bahagia karena tumbuh kembang bayi kembar mereka dan juga Mirza yang semakin pandai berceloteh walaupun ia kesulitan memahami apa yang anaknya ucapkan. Sesekali i

