"Dialah Allah yang menjadikan seorang tertawa dan menangis" (QS. An-Najm: 43). ___ Ghafar berdiri kaku di depan pintu kamar yang ditempati Ainil sejak berada di pesantren. Wanita itu sedang ditangani di dalam sana. Nyai Kintan dan Kyai Dzaki pun baru muncul dengan seorang wanita yang mengikuti mereka setelahnya. Wanita di belakang Nyai Kintan menatap kecewa putra Kyai yang telah lama ia dambakan. Ia pikir saingannya adalah gadis yang akrab dipanggil 'Neng' di sini, namun ternyata bukan. Ustadzah Tasya berusaha menenangkan Nyai Kintan. Nyai Kintan memperhatikan kekhawatiran yang berlebihan dari wajah putranya untuk wanita hamil di dalam sana dan hal itu terlihat berat untuk ia terima sekarang. Terlebih saat menatap lengan kemeja Ghafar yang dipenuhi bercak merah yang sepertinya memang

