gairah

1069 Kata
Suara pintu terbuka membuat Natasha langsung melihat ke arah pintu itu dan ada beberapa pelayan yang masuk ke dalam kamarnya "maaf nyonya,tuan memerintahkan anda untuk memakan sarapan pagi anda dan juga ada beberapa pakaian anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan anda" ucap pelayan itu langsung pergi dan menutup pintu tanpa mendengarkan balasan Natasha Natasha langsung melahap makan itu karena dia telah kelaparan sejak malam tadi dan membuka beberapa paper bag berwarna hitam yang bertuliskan merek Dior "hm cukup bagus da memiliki selera bagus dan Lisa merasa keheranan dengan ukuran CD yang di berikan oleh mafia itu,ini pas di dalam tubuhnya"sangat memalukan Natasha berpikir apakah dia melihat CD saat dia pingsan saat malam tadi "dasar pria m***m aku kan membalas mu"umpat nya langsung pergi menuju kamar mandi dan keluar memakai baju yang di berikan oleh Mafia itu Dress selutut bercorak bunga membuatnya mempesona apalagi dengan lekukan tubuh Natasha membuat nya semakin menawan dan Sexy dengan di tambahi beberapa polesan make up natural dengan rambut tergerai kebawah "Huuu Natasha kau sangat cantik"ucapnya pada diri sendiri yang sedang bercermin sembari mengoleskan lip bam pink peach dia mungkin sedang di sekap tapi dia tidak ingin terlihat seperti orang dengan wajah pucat dan pakaian yang ia gunakan saat tertidur tiba tiba Seseorang membuka pintu kamar dan menampilkan Alex yang sedang memandangi mangsanya itu "hm kau ingin menggoda ku Honey"ucapnya membuat Natasha langsung beranjak dari kursi riasnya dan langsung menjauh dari Alex "kau?....kenapa kau membawa ku bodoh!!"marahnya "diam jangan mendekat"ancam nya "kenapa menjauh honey?"balasnya santai "jangan sebut aku honey aku memiliki nama Natasha ingat Natasha bukan honey"balasannya Natasha berteriak di hadapan Alex,Alex hanya menyengrai miring akan terima gadis nya ini "jangan berteriak honey,nanti saat kau ada di bawah tubuh ku akan membutuhkan teriakan itu"ucapnya membuat Natasha menjadi merinding Alex melangkah mendekati Natasha "jangan mendekat atau aku akan membunuhmu"geramnya "ouh ya emang kau bisa membunuhku dengan tubuh mungil mu itu honey" Natasha ingin melangkah menjauh dari Alex,tapi dengan sigap Alex langsung menarik tangan Natasha dan membentur dinding kamar itu membuat nya merasa kesakitan,bukan cuma itu Natasha dibuat kewalahan akan Alex yang sekarang semakin dekat dengan nya bahkan tubuhnya sudah rapat dengan tubuh Alex,dia berusaha melepaskan diri tapi Alex malah semakin memperkuat cengkraman nya "apa yang kamu lakukan!! lepaskan"ucapnya "aku akan membawa ku kedalam kenikmatan"ucapnya sembari merangkul Natasha "tidak lepaskan aku pria gila"memberontak Alex langsung melahap bibir pink peach nya dengan sangat rakus membuat Natasha berusaha melepaskan ciuman itu tapi Alex menahan kepalanya dengan tangan kanan nya dan tangan kirinya memegang tangan sang gadis Lisa hanya pasrah karena tenaga pria ini tidak sebanding dengan tenaga nya Alex yang merasakan kepasrahan itu malah membuatnya semakin rakus dan beberapa kali ia menggigit bibirnya gadisnya itu membuat Natasha merasakan sakit di bibirnya beberapa menit kemudian ia melepaskan pelumatan itu karena Alex menyadari Natasha sudah mulai kehabisan nafas "dasar m***m gila" Umpatnya pada Alex di sela sela ia mengambil nafas Alex tidak membalas perkataan Natasha dia langsung menyambar lagi mulut Natasha tanpa ampun "hmmh Hmmh auuw "ucap Natasha merasakan perih di bibirnya Alex melepas lumatnya dan berlatih menuju leher jenjangnya dan menjilat dan beberapakali menggigit lehernya itu membuat suara merdu dari mulut Natasha terlepas begitu saja,dan membuat Alex menjadi semakin bergairah "lepas kan aku aku mohon" ucapnya Natasha lemas tapi tidak di hiraukan oleh Alex yang karena terhanyut oleh bahan Natasha yang membuat nya candu apalagi dengan aroma mawar nya "aku sangat candu"ucap Alex tapi Lisa hanya meminjam kan matanya dan meneteskan Ari dari mata cantiknya dan tiba tiba suara Dremttt dremtt suara telpon Alex bergerak dari saku celananya "Ais siapa yang berani menggangguku sat suasana seperti ini"marahnya Alex langsung menghentikan aktivitas dan pergi menjauh dari Natasha Natasha merasa dirinya di lecehkan langsung pingsan dan bruk jatuh ke lantai yang berbalut marmer granit itu dan membuat Alex yang akan mengangkat ponsel miliknya langsung menoleh dan terkejut Natasha pingsan di hadapan ia langsung mengendong Natasha langsung menidurkan nya ke atas kasur king size nya Alex memanggil anaknya buahnya dan langsung menjemput dokter sekaligus sahabatnya untuk memeriksa gadis nya ini "merepotkan saja' ucap nya dia langsung menelpon balik sander karena sander lah yang menelpon nya tadi "ada apa ke apa kau mengganggu ku"ketusnya "maaf tuan kamu kita harus memeriksa barang barang kita untuk di ekspor dan di impor ke beberapa negara agar semua berjalan lancar"ucap sander dalam telpon "baiklah aku akan ke sana" "baik tuan" Alex langsung memutuskan hubungan telpon nya dan memerintahkan kepada Bu Lina wanita paruh baya yang menjaga Alex dari kecil untuk menjaga gadisnya ini setelah itu Alex langsung pergi,karena usahanya di dunia gelap nya harus ia cek sendiri agar tidak terjadi masalah saat mengekspor ataupun mengimpor barang dengan cara ilegalnya berjalan mulus Ya selain dari kekayaan nya yang ia peroleh dari perusahaan nya,yang di ketahui publik dia juga memliki usaha gelap di dalam dunia mafia jadi tidak heran kau dia menjadi pria kaya raya di negara ini di sisi lain Ari memeriksa Natasha dan memberikan beberapa obat,jangan khawatir dia hanya demam dia kan membaik setelah ia beristirahat Ari adalah dokter sekaligus sahabat Alex dari ia SMA Ari tidak menyangka laki laki yang di sebut pembenci wanita dan tidak akan bercinta dengan wanita manapun tapi dia juga yang membawa seorang wanita kedalam rumahnya dan juga kamar pribadinya karena Ari melihat ada beberapa tanda di leher gadis itu dan juga bibirnya membengkak akibat ulah Alex jadi di kesimpulan ia sudah bercinta dengan gadis ini "wah cukup mengejutkan, bibi apa bibi tau alasan alex membawa ganis ini?" ucapnya "saya tidak tau tuan" "tapi tuan Alex menggendong gadis ini dan langsung membawa nya kedalam kamar lalu di tidak berkata apapun kepada bibi" "hmm"ucap Alex yang dari tadi mendengar percakapan bibinya dengan sahabatnya itu "hey kawan kenapa tidak langsung masuk malah berdiam diri seperti patung di Abang pintu ' ucapnya mengalihkan suasana "bagaiman keadaan dia' ucapnya tanpa membalas ucapan Ari Ari yang sudah hapal sikap Alex hanya pasrah "dia hanya demam besok dia Kan sembuh seperti semula dan Jang lupa berikan dia obat yang aku berikan tadi dan jangan ganggu dulu dia" ucapnya berniat menggoda sahabatnya itu "pergi aku tidak membutuhkan mu lagi"ucapnya datar "kau ini tidak berubah sama sekali dari SMA sampai sekarang baiklah aku pergi dulu" "dan jaga gadis mu dengan baik' ucapnya sedikit berteriak, saat Ari pergi menjauh dari kamar itu "dasar laki laki itu ' gumam Alex "bibi pergilah biar aku yang menjaganya "baik tuan ini obatnya "simpan saja di atas meja "baik' lalu bibi nya pergi dan menutup pintu kamarnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN