Entah dari mana gadis itu datang karena tiba-tiba saja dia sudah berada di samping Avan. Memang benar dengan apa yang dikatakan oleh sepupunya tersebut. Istrinya sudah menjadi seorang perancang busana yang sangat terkenal. Bukan hanya saja di dalam negeri, nama perempuan cantik itu juga sudah tidak asing lagi di industri fashion Eropa. “Hmm …,” jawab Avan hanya dengan dehaman saja, tapi matanya tidak pernah lepas dari wanitanya. “Ih … Bang Avan nggak asik. Entar kalau Mbak Dira diambil orang, baru tahu rasa. Siapa yang mau punya suami kayak Es Balok gini?” sungut Nila. Seketika tatapan tajam Avan mengarah ke manik mata Nila. Pria itu tidak suka mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh sepupunya tersebut. Sepertinya perempuan yang ada di sebelahnya ini harus dia beri pelajaran, men

