Abi memeluk Naka dengan sangat erat seakan takut ditinggal lagi. Wajahnya juga sudah basah oleh air mata. Pria paruh baya itu benar-benar tidak percaya dengan sosok yang dia dekap saat ini. “Kamu Naka anakku, kan?” tanya Abi. Berkali-kali pria itu bertanya dengan pertanyaan yang sama. Ia hanya ingin meyakinkan diri sendiri jika putra yang selama ini dia kira sudah meninggal karena kecelakaan tragis empat tahun yang lalu ternyata selamat dan sekarang sudah ada di dalam pelukannya. “Iya … Pa, ini Naka,” jawab pria itu. Naka juga memeluk tubuh papanya dengan erat. Ia rindu sosok bijak itu. Ia rindu dengan segala nasehat papanya, pria yang selalu menjadi panutannya. Naka pun tak kuasa menahan tangisannya. Wajah pria tampan itu juga sudah terlihat basah oleh air mata. Ia tidak pernah

