Akhirnya Avan merasa lega karena ia sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya. Tinggal dia menemui Dirga dan Vani untuk meyampaikan niatnya. Ia sangat yakin jika orang tua Dira juga akan merestui dirinya. Pria itu tampak diam sambil memandang pemandangan yang ada di luar jendela. Dia melihat ke bawah tepatnya jalanan yang ada di ibu kota. Tampak mobil yang berlalu lalang tampak seperti sebuah miniatur yang sedang bergerak. Tok … tok … tok! Terdengar ada yang mengetuk pintu ruangannya. “Masuk …!” pintanya. Tampak Raka muncul dari balik pintu. Pria itu berjalan mendekati atasannya sambil membawa sebuah amplop. “Pak, ini ada titipan dari Teo,” ucap Raka sambil menyodorkan sebuah amplop besar yang berwarna coklat. Avan langsung membuka amplop tersebut setelah menerimanya. P

