Aku duduk di kursi roda sambil menatap pantulan diriku yang ada di cermin besar di hadapanku. Aku melihat bukan hanya wajahku saja yang terlihat tirus, tapi tubuhku pun juga terlihat banyak mengalami penyusutan. Bentuk tubuh atletis yang dulu selalu aku jaga sekarang seakan pergi entah ke mana. Beruntungnya aku yang bisa selamat dari kecelakaan mobil yang sangat mengerikan itu. Jika mengingat kejadian pada waktu itu, tentu mustahil jika aku masih bisa melihat dunia seperti sekarang. Tuhan ternyata masih tidak menginginkan kematianku dengan mengirimkan Bagas yang datang tepat waktu untuk menolongku kala itu. Bagas ternyata adalah salah satu orang kepercayaan Abram, sahabatku yang dulu pernah aku bantu ketika usahanya disabotase oleh salah satu rekan bisnisnya. Akhirnya dengan bantuan me

