Aidan tampak sedikit tercengang dengan perubahan sikap salah satu mahasiswinya tersebut. Sejak awal ia memang ingin membuat perempuann itu merasa terintimidasi dengan apa yang dia lakukan karena niatnya hanya ingin menakut-nakuti perempuan itu saja. Namun, ketika melihat Dira ketakutan dengan sikapnya, entah kenapa Aidan malah suka melihat raut ketakutan yang ditunjukkan oleh wajah cantik perempuan itu. Namun, kali ini kenapa matanya tidak melihat raut ketakutan itu lagi. Kenapa Dira bisa berubah? Kenapa Dira tidak lagi takut dengan dirinya? Banyak pertanyaan yang tiba-tiba saja muncul dari dalam hatinya. Entah kenapa ia merasa tidak suka melihat perempuan itu tidak lagi ketakutan. Apa dia benar-benar seorang psikopat? “Oh … gitu, ya? Berarti ada tangan yang udah mindahin papannya,” ba

