Deg ...! Setelah sampai di rumah sakit tentu saja Vani terkejut bukan main ketika melihat putrinya datang dengan di dorong pakai kursi roda. Matanya membola dengan sempurna. Perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu langsung mendekati putri semata wayangnya untuk memeriksa kondisinya. “Ka ... kamu kenapa? Apa yang telah terjadi?” tanya Vani bertubi-tubi. Perempuan itu bertanya sambil melihat ke arah kaki Dira yang sudah terlihat dibalut perban. Tadi sebelum berangkat ke rumah sakit, Avan mengajak perempuan itu pergi ke dokter kenalannya. “Kaki Dira cuma kesandung aja, Ma. Kata dokter beberapa hari lagi juga akan sembuh,” jawab Dira mencoba menenangkan sang mama. Tentu saja Vani tidak ingin percaya begitu saja, karena yang dia tahu putrinya akan selalu mengatakan jika kon

