Sudah pukul sembilan pagi, Dira masih belum bangun juga. Avan bangun sudah dari jam enam pagi tadi. Dengan sabar pria itu terus menunggu wanitanya untuk membuka matanya. Dia tetap menunggu sambil memeluk tubuh ramping perempuan itu. Ia sudah tidak peduli lagi jika papa atau mamanya akan memergoki dirinya yang sedang tidur di atas ranjang yang sama dengan menantu kesayangan mereka. Padahal di pagi hari Avan biasa menghisap rokok di balkon sambil minum kopi hitam kesukaannya. Namun, demi Dira ia tidak melakukan kebiasaan itu di pagi hari ini. Ia tidak ingin melewatkan momen manis ini meskipun hanya sekejap saja. Dia memang sengaja menunggu Dira untuk membuka matanya karena ada sesuatu hal penting yang harus dia bicarakan dengan perempuan itu. Tak berapa lama Avan dapat merasakan tubuh ya

