Karna acara pesta yang berakhir lama itu. Dinda sekarang sangat lelah sekali. Hari sudah siang namun Dinda belum bangun. Farel membawakan sarapan untuk Dinda. "Sayang, bangun dulu." Farel duduk ditepi ranjang dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Dinda. "Kaki aku sakit, Rel," keluhnya. Farel pun naik ke atas ranjang tak lupa mengambil minyak kayu putih. Disingkapnya selimut. Ia mengoleskan minyak kayu putih di kaki Dinda dan memijitnya membuat Dinda terkejut dan langsung membuka matanya. "Nggak usah dipijitin. Aku nggak papa," tolak Dinda yang merasa tak enak. "Nggak papa, Sayang. Istrihat aja dulu. Aku tau kamu capek bawa anak kita terus." Dinda pun tak menolak lagi. Sikap Farel seperti inilah yang membuat cinta Dinda semakin besar untuk Farel. Dinda juga merasak

