Halaman 24

900 Kata

Dinda menatap lurus kedepan dengan mata yang melotot. Ini sudah jam sebelas malam. Namun pria itu belum pulang lagi. Dinda duduk disofa dengan televisi menyala. Ia menonton kungfu panda. Tapi mata gadis itu aneh sekali. Mata yang melotot tapi badan yang sedikit terhuyung kedepan. Farel pun masuk kedalam rumahnya. Namun tak ada pergerakan sama sekali dari Dinda. Farel melambaikan tangannya didepan wajah Dinda namun tetap tak ada pergerakan. "Din," panggil Farel. "Lo nggak kerasukan kan?" tanya Farel. Tiba tiba Dinda kejang kejang sendiri membuat Farel memundurkan tubuhnya. Dinda kejang kejang dan gadis itu menggubrak meja dengan pelan. "Farellll! Lo lama banget pulangnya!" sungut Dinda yang kini melipat tangannya di depan d**a dan memangku satu kakinya. Farel bernapas lega seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN