Dinda kembali kerumah bersama yang lainnya. Zidan, Adam, Jayden, Alby, Panji masih berada disana. Mencari hilangnya mayat Farel. Semua pembantu dirumah Dinda berkumpul diruang keluarga. Menatap majikannya kasihan. Wisnu memapah tubuh Dinda. Dinda menatap hiasan pesta ulangtahun Farel. Balon yang begitu banyak, kue yang indah dan disebelahnya ada kado dari Dinda. Dadanya masih sesak, wajahnya pucat, matanya bengkak karna menangis terus. Ia melepaskan tangan Wisnu yang berada dilengannya. "Gue mau sendiri, Nu." Dinda berjalan pelan menaiki tangga. Laily menatap Dinda sendu, ia mengerti keinginan wanita itu. Terasa berat kakinya untuk melangkah. Hanya suramnya masa depan yang ia lihat. Dinda masuk kedalam kamarnya menutup pelan pintu kamarnya. Ia memandangi poto pernikahannya yan

