Pagi pagi Dinda memasangkan Farel dasi. Ia senyum senyum sendiri membuat Farel merasa aneh. "Kalo lagi bahagia begini nggak mau bagi sama suaminya? Hm." "Setiap harinya juga aku selalu bahagia. Apa salahnya aku senyum dipagi hari. Memberi semangat untuk suami sendiri," goda Dinda. Farel menarik pinggang Dinda. Mengecup dahi Dinda cukup lama. "Kamu belum hamil lagi?" tanya Farel. "Nanti aku tes lagi. Kalo aku hamil, aku kasi tau kamu ya." Dinda tersenyum. "Aku harap secepatnya. Karna umurku semakin tua. Tapi tetap tampan kan?" "Ish! Pede banget!" Farel pun menarik Dinda dan duduk dipangkuannya. Dinda tersenyum dan mengalungkan tangannya dileher Farel. "Rasanya aku tak mau berhenti menatap kamu," ujar Farel. "Kalo nggak mau berhenti natap aku. Terus tidurnya kamu mau melek g

