Halaman 1

1221 Kata
Persaingan dunia bisnis begitu ketat di tahun ini. Perusahaan berdiri begitu besar dengan menawarkan setiap produk ciptaannya. Ada yang runtuh, ada yang makin naik, bahkan ada yang gitu gitu aja. Ketatnya dunia bisnis membuat pesaing pesaing runtuh. Wartawan dimana mana meliput dunia bisnis yang lagi gempar di media. Perusahaan Hansel groups selalu lebih unggul dibandingkan perusahaan lain. Begitu banyak produk nya yang mendunia. Bahkan artis banyak memakai produk unggulnya. Pesaing pun mulai kewalahan mengeluarkan produknya karna selalu berada di pasaran. CEO muda ini selalu mendapatkan pujian. Tidak muda sih karna sudah mencapai kepala tiga. Farel samudra hansel umur 30 tahun dan masih lajang. Wanita mana yang tidak tertarik dengan ketampanan pria itu. Sukses menitik karier biarpun dunia perbisnisan sangat ketat. Produknya selalu dipakai orang kaya. Wanita bahkan berlomba lomba ingin memiliki hati pria itu. Namun siapa sangka pria itu sudah pernah dikhianati seorang wanita ketika penitik kariernya di ambang kebangkrutan. Ternyata ia tahu bahwa wanita itu hanya mengincar harta dan kesuksesannya. Karna saat akan bangkrut wanita itu tiba tiba pergi meninggalkan dirinya dengan pria lain. Menyambut wartawan dengan wajah datar. "Pak Farel anda sangat sukses di dunia perbisnisan. Bagaimana perjalanan untuk mencapai kesuksesan ini?" "Kasi tau kami Pak." "Bahkan produk anda selalu mendunia dan bahkan di banggakan artis luar negeri maupun dalam negeri." "Bisakah jelaskan kepada kami Pak?" Farel memandangi satu satu karyawan itu dan mengangguk. "Rahasia kesuksesan saya adalah kegagalan yang pernah saya alami sendiri. Belajarlah dari kegagalan untuk membangun kesuksesan yang besar." "Dengar kabar bahwa anda pernah di tinggal sama seorang wanita yang begitu anda sayang?" Helaan napas terdengar dari pria itu membuat pria di sampingnya menatap CEO nya ini. Karna kalo sudah menyangkut privasi Farel akan sangat marah. "Menurut anda?" Setelah itu Farel pun memilih masuk ke dalam perusahaannya diikuti sekretarisnya. Terlihat sekretaris itu bernapas lega. Ternyata Farel tidak membuat keributan seperti biasanya. Wartawan yang ingin menerobos masuk di tahan oleh beberapa pengawal Farel. "Jadwal hari ini?" tanya Farel sambil berjalan dengan memasukkan tangannya di saku celana nya. "Meeting dengan klien dari rusia pak." Wisnu Kavithala adalah sekretaris Farel. Wisnu sudah lama mengabdi dengan Farel sejak bersama bokap Farel. Wisnu menjadi sekretaris di usia 17 tahun. Namun kecelakaan membuat Farel kehilangan kedua orangtuanya. Wisnu sudah seperti teman bagi Farel. Karna umur mereka begitu sama dan sama sama lajang. Wisnu merasa belum menemukan wanita yang cocok di kriteria nya. Karna tipe Wisnu itu wanita karier, mandiri, tidak bisa masak tak masalah karna ia cari istri bukan pembantu, dan paling penting adalah penurut. Jika wisnu berkata tidak maka jangan membantah. Farel pun melewati tim pengembangan yang sedang sangat sibuk. Ketika Farel datang semua berdiri dan menundukkan kepalanya hormat. Farel pun berhenti berjalan. "Berkat kalian saya bisa berada di titik ini. Sukses terus. Buat Pak Hadi maaf jika saya sering membentak." Farel tersenyum manis. "Tidak masalah Pak. Saya mengerti dengan keadaan. Semoga Bapak sehat selalu." Farel hanya menganggukkan kepalanya dan kembali ke ruangannya diikuti Wisnu. Wisnu mengangkat kedua jempolnya ke arah tim pengembangan itu. "Aaaa Pak Farel makin hari makin oke aja ya," puji Qina Azzahra. Tim pengembangan berisikan 8 orang. Sebenarnya 9 orang. Tapi satu orangnya dipindahkan ke jerman. Mereka tak lain dan tak bukan adalah. Qina Azzahra selaku tim pengembangan dan anggota bersama Adam Putra Arya, Nando Ardhino, Anggi Shakilla, Jayden, Alis Lucy, Juansa Glendi dan sang pemimpin alias ketua adalah Hadi Susanto. Farel memasuki ruangannya dan seketika ia menoleh kebelakang menatap sekretaris nya yang mengangkat sebelah alisnya. "Siapkan keperluan rapat," ucap Farel. "Baik Pak." Wisnu pun keluar dari ruangan Farel. Farel duduk di kursi kebesarannya dan tersenyum saat melihat poto kedua orangtuanya. Berbeda dengan kedua wanita yang baru menginjakkan kakinya di jogja ini. Berada di depan rumah yang tak begitu besar. Cukuplah buat mereka berdua yang super b****k. "Ini rumah nggak perawan," kata Dinda membuat Laily cengo. Adinda Rawnie anak angkat Sergio Rawnie. Dia itu gadis super m***m, lemot, manja, aneh, gesrek, b****k. Pokoknya yang buruk buruk melekat pada dirinya. Yang bagus hanya 5%. Lumayanlah 5%. Laily Naiara Putri sebelas tiga puluh sama Dinda. Namun Laily ngga m***m. Suka warna coklat dan sangat menyukai coklat. Polos, gesrek, lemot, manja. "Dinda kok bisa tau kalo rumahnya ngga perawan?" Dinda menoleh ke arah Laily sebentar dan kembali memandangi rumahnya. "Karna udah pernah di tempati orang." Dinda pun membuka pagar rumahnya. Karna semua kunci rumah sudah berada di tangannya. Pagarnya saja terbuat dari kaca. Huh rumahnya sangat nyaman. Tidak besar dan tidak kecil. Kek minimalis gitu loh. Laily masih aneh dengan perkataan Dinda. Bagaimana rumah bisa tak perawan. Ah dari pada pusing Laily pun mengikuti Dinda masuk. Mereka menyimpan kopernya di kamar. Disana tersedia 2 kasur tidur, 2 lemari, 2 meja belajar dan 2 laptop yang sudah tersedia. Dinda pun merebahkan tubuhnya di kasur. Laily duduk di meja belajar dan ternyata di atas laptop ada amplop. "Amplop apaan nih Din?" tanya Laily. "Amplop jadi jalang kali." kalo ngomong sama Dinda ngga ada benarnya. "Lumayan permalam jutaan," sambung Dinda lagi. Laily memutar bola matanya malas dan lebih memilih membuka amplop itu saja. Hah apa ini? Ini surat perusahaan Hansel groups. Ini seriusan. Wah Laily sangat menginginkan bisa masuk di tim pengembangan. "Wah Laily masuk di tim pengembangan." Laily bersorak girang dan jingkrak jingkrak. Membuat Dinda pun beralih pada meja belajarnya penasaran juga apa yang ada di amplop nya itu. "Dapat bagian dimana Din?" tanya Laily yang menghampiri Dinda. Hah ini seriusan? Masa jadi ini sih. Ah kesialan apa lagi ini. Ia berharap bos nya tidak galak. ~ ~ ~ ~ "Sekretaris pribadi?" Wisnu menganggukkan kepalanya. Farel menatap Wisnu aneh. Buat apa sekretaris pribadi kalo ada Wisnu sekretaris nya. "Buat apa?" tanya Farel. "Gini Rel, menurut yang gue ketahui. Sekretaris pribadi itu bisa ngurusin apapun perlengkapan lo. Mungkin dari makan, pakaian, kemana pun lo pergi, pokoknya komplit deh. Bisa ngapain aja. Dan lagian lo sendiri di rumah besar. Istilahnya itu sekretaris pribadi lebih oke." Kerutan terukir di kening Farel. "Lo kan sekretaris gue." Memang ada saatnya Wisnu memanggil Farel ada saatnya Wisnu memanggil pak. "Gue sekretaris ketika di kantor. Dan mungkin sekretaris pribadi bisa lebih tau kebutuhan lo. Seolah kek istri." Hah istri? Ngaco nih Wisnu. Farel tertawa meremehkan. "Oke, kapan datang?" "Besok." ~ ~ ~ ~ "What besok Ayah! Ah Ayah. Dinda kan nggak mau besok. Ngapain Dinda jadi sekretaris pribadi. Bagaimana kalo CEO nya galak. Dinda kan ngga bisa di bentak. Turun tuh air mata kek hujan." Ya memang Dinda sedang menelpon ayahnya Sergio. Karna ia protes kenapa harus jadi sekretaris pribadi. Sergio sengaja menjadikan Dinda sekretaris pribadi Farel. Agar dekat dengan Farel. Karna kalo di jodohkan Dinda pasti tak mau sama sekali dan bakalan menolak mentah mentah. Mendingan jalan pintasnya menjadikan Dinda sekretaris pribadi Farel. Agar lebih dekat dan lebih akrab. "Dinda, apa salahnya kamu jadi sekretaris pribadi?" Dinda pun beralih duduk di tepi ranjang. "Dinda nggak mau! Dan Dinda nggak mau besok juga! Dinda masih capek Ayah. Dinda pengen istirahat dulu!" "NO! Besok ke kantor jam 7 pagi. Karna kamu sekretaris baru. Ayah mau ke kantor dulu." "Ay--" Tut tut tut Dinda berdecak sebal dan berguling guling di ranjang. Ia sangat sebal dengan Ayahnya. Dirinya saja dan Laily baru sampai sore tadi dan harus ke kantor besok. What ini gilaa banget. "Nyebelin banget sih!" sungut Dinda kesal. "Mati aja dah gue. Eh tapi gue belum nikah. Anjirr lo ngapain sih ninggalin gue Af. Baperin gue, sayang sama gue, tapi nikah nya sama orang lain. Nyebelin! Nyebelin! Nyebelin!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN