Halaman 39

944 Kata

Laily dan Vasco keluar dari cafe. Laily tersenyum kepada Vasco. "Maaf banget ya tadi udah numpahin minuman ke baju lo." "Nggak papa, Ly. Kita sering ketemu dicafe apa jangan jangan kita jodoh ya?" canda Vasco. Laily menanggapi dengan senyuman saja. Angin menerpa wajah Laily membuat debu masuk di matanya. "Awww mata gue perih " Laily mengipas ngipas tangannya di depan wajahnya. Saat akan mengucek matanya Vasco menahan tangan Laily. "Jangan dikucek, biar gue tiupin." Laily berhenti mengipas tangannya. Vasco memiringkan wajahnya meniup mata Laily yang masuk debu. Wisnu keluar dari mobil dan melihat punggung seseorang yang ia yakin adalah Vasco. Wisnu mengepalkan tangannya kuat. "LAILYYY!" teriak Wisnu membuat kedua orang itu menoleh ke sumber suara. "Wisnu," kaget Laily. Wisn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN