Adeline melangkah menuju ruang tamu bersama Dave. Keduanya berjalan beriringan dengan tangan Dave yang merangkul pinggang Adeline posesif. "Bukankah sudah ku bilang sebaiknya digendong saja." bisik Dave saat melihat cara jalan Adeline yang lamban dan sedikit aneh. "Diam! Kau pikir ini karena siapa." balas Adeline kesal membuat Dave terkekeh. "Nanti lagi ya, sayang." ucap Dave tak tahu malu membuat Adeline menggeleng pelan. Lagi katanya, ini saja tubuhnya terasa remuk. Pinggangnya pegal dan cara jalannya aneh, padahal mereka hanya melakukannya satu ronde. Dave membantu Adeline duduk di sampingnya begitu tiba di ruang tamu. Sedang Adeline langsung menatap pasangan paruh baya yang duduk di hadapannya. Keduanya terlihat menatap ke arah perut buncitnya membuat Adeline tanpa sadar menyent

