Dua tahun kemudian. Adeline tersenyum menatap Aadi dan Aaron yang kini sedang bermain bersama Dave. Tanpa henti, Adeline terus mengucapkan terima kasih pada sang pencipta yang telah memberi dirinya kebahagiaan seluarbiasa ini. Anak-anak yang tampan serta suami yang perhatian. Dan tentang kehidupan kedua, Adeline rasa ia tidak mendapat kesempatan kedua melainkan mimpi yang menunjukkan masa depan. Masa depan yang akan ia lalui jika terus percaya dengan Rossa. Namun mimpi itu terasa sangat nyata dan begitu menyakitkan meskipun ia sudah bangun. "Sayang.." Adeline yang sedang melamun langsung tersadar. "Di mana anak-anak, Dave?" tanya Adeline. Padahal beberapa detik yang lalu kedua putranya masih berada di depannya. "Aku meminta mereka untuk tidur siang." ucap Dave lalu duduk di samping is

