44. Sepertiga Malam (18+)

1559 Kata

Marcel menggaruk belakang kepalanya, bingung. Jika dia berada di posisi Glen, mungkin kebingungan juga akan melandanya. "Kenapa dia bisa sampe ngelakuin hal kaya gitu?" Hugo bertanya heran pada Glen. "Lo kan tau sendiri gimana keadaan dia di Jakarta sebelumnya," jawab Glen. "Iya, tapi kan sekarang dia udah balik ke rumah neneknya," kata Hugo. Dia belum mendengar lagi bagaimana kelanjutan cerita gadis itu setelah meninggalkan mereka di tempat makan tempo hari. "Neneknya udah meninggal, ibunya udah gak peduli sama dia. Jadi, kemaren Bagas berhasil bawa dia balik ke Jakarta," papar Glen dengan raut tak semangat di wajahnya. "Jadi dia udah balik ke Jakarta. Balik ke tempat itu?" tanya Hugo, lalu pria itu menghela napas berat. Glen menegakkan tubuh dari sandaran kursi. "Lo tau di mana tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN