Season 2 bab 3

1303 Kata

"Pak, Ara berangkat kerja dulu, ya," pamit Ara pada Adi yang tengah mempersiapkan bahan-bahan pembuat martabak untuk berjualan nanti sore. Sudah cukup lama lelaki itu berjualan martabak, yang dia ingat sejak Ara lulus sekolah dasar. Setelah sebelumnya luntang lantung tidak jelas dan bekerja sebagai pegawai salah seorang penjual martabak yang baik hati yang lalu mengajarkannya untuk membuka usahanya sendiri, hingga ia mampu menghidupi putri semata wayangnya dan menyekolahkannya. "Iya, Neng. Kamu hati-hati, ya. Jangan lupa makan siang. Ini, buat ongkos." Adi mengambil uang pecahan lima puluh ribuan dari saku celananya dan memberikannya pada Ara. "Enggak usah, Pak. Ara masih ada, lebih baik uang ini Bapak tabung aja." Tolak Ara halus. "Enggak apa-apa, Neng. Kamu 'kan baru mulai kerja,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN