[Aa tolongin Ara.] Sebuah pesan singkat yang membuat Atqa terperanjat, punggungnya yang semula bersandar pada kursi kerjanya menegang seketika, hilang sudah semua konsentrasi kerjanya padahal pekerjaan yang harus mendapat penanganan langsung darinya itulah yang membuatnya tidak bisa menemani sang Papa ke penjara untuk mencari tahu kenapa Pandu bisa bebas berkeliaran padahal seharusnya sampai detik ini dia masih mendekam dipenjara. Atqa menulis beberapa pesan balasan untuk Ara, namun tidak ada satu pun dari pesannya terbaca, Atqa segera melakukan panggilan karena rasa penasarannya, ia sangat takut jika Pandu akan menyakiti Ara seperti menyakiti orang tuanya. Tidak ada jawaban ia dapatkan, hingga entah pada panggilan ke berapa teleponnya sama sekali tidak bisa tersambung, jelas membuat

