Jangan Sekedar Singgah

2082 Kata

Sedikit lelah dan pusing karena dari pagi dan siang perutku belum kemasukan nasi. Aku mundur ke belakang untuk mengambil makanan dan mengisi perut dengan nasi dan gudek yang dibawakan ibuku kemarin. Setelah makan dan akhirnya kenyang juga, kini aku duduk santai di belakang bersama Waittress yang kebetulan mereka juga rehat untuk makan. Inir Axelle Asistenku mengikutiku dan memberikan perhatiannya kepadaku. Secara hubungan darah atau kekerabatan aku dan Inir Axelle memang bukan siapa-siapa, kecuali hubungan bos dengan karyawan. Bagiku Inir Axelle adalah seseorang yang aku rasakan dekat dan menemaniku berjuang dalam kemajuan usahaku ini. Inir Axelle sudah aku anggap seperti adikku sendiri walaupun bukan terlahir dari rahim ibuku. “Kak! Sepertinya banyak pikiran ya, istirahat di dalam saja,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN