Santai di Pinggir Telaga

1431 Kata

Malam ini udara terasa dingin menusuk tulang ku. Aku masih setia di tepi telaga berteman kopi istimewa. Bercengkrama seru dengan Inir Axelle dan juga Jagat Elang Hartono. Sesekali laki-laki atau mantanku itu memperhatikan polah tingkah laku ku saat tertawa seru. Di temani musik jawa yang menambah suasana menjadi syahdu. Ternyata dia tidak bisa semudah itu melupakan aku. Walaupun segala akses komunikasi dengannya sudah aku tutup, sudah tidak bisa bercengkrama dengan ku bertahun tahun ternyata tidak bisa menghilangkan perasaan cintanya terhadapku. Ternyata melupakan seseorang itu gampang-gampang susah. Yang dipikir biasa saja atau hanya ada kenangan dari hal-hal kecil yang terkadang dirinya menganggap itu sebagai sesuatu yang kurang begitu bermakna, ternyata itu juga bisa menjadi sebuah sum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN