Melarikan diri

2008 Kata

Huhmmm huff, menghela nafas panjang sambil memusatkan pikiran untuk melepaskan tali yang mengikat tanganku. Ya Tuhan, tolonglah aku! Mumpung mereka lagi gak fokus ke aku, sebaiknya aku segera pergi dari sini, tapi bagaimana caranya. Sepertinya mereka berdua sudah tidak bisa di kendalikan. Sama-sama sudah di kuasai emosi. Hiranya ... kamu harus kuat, aku terus berusaha menyemangati diri sendiri, suaraku lirih. "Loe itu gak usah banyak omong! Rasain ini," ucap wanita itu. Sinti berulang kali memukul kepala laki-laki itu. Sampai membuat laki-laki itu meringis dan sempoyongan. "Dasar kamu sudah tidak waras! Gak punya rasa iba sedikit pun atas penderitaan orang lain. Bisa-bisanya kamu berpikir licik dan memanfaatkan dia yang sedang terluka. Apakah kamu akan tetap menghabisi dia jika aku tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN