Aku mengecek ke belakang di mana tempat karyawan ku memasak. Memastikan dan membantu memasukkan kardus nasi ke kantong. "Ini berapa biji?" tanyaku kepada karyawan ku. "Itu ada seratus lima puluh Kak. Apakah kita antar ke kantor atau di ambil sama customer?" tanya salah satu karyawan. "Berarti sudah beres semua ya, tinggal masukkan ke kantong. Ayo buruan masukkan, udah ditunggui sama customer. Jadi kita gak usah repot-repot mengantarkan pesanan, toh dah di ambil sendiri," ucapku. "Iya Kak, lumayan lama loh bapak itu nunggu. Emangnya gak dikonfirmasi jika pesanan jam berapa jadinya. Jadi gak usah nunggu lama kalau dari awal sudah tahu pesanan jam berapa," ucap karyawan ku. "Alah emang itu sengaja di ambil awal supaya bisa ngbrol di sini," sahutku. "Oh gitu ya Kak, berarti bapak itu su

