"Iya Kak Hiranya, Inir Axelle akan selalu mengingat pesan-pesan Kaka. Inir Axelle akan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang Inir kerjakan. Baik itu urusan pekerjaan di sini atau pun juga urusan atau hobi menulis. Terima kasih atas kebaikan Kaka yang sudah memberikan kesempatan Inir Axelle untuk menyalurkan hobi sesuai jiwa Inir. Kaka selalu mensuport Inir, ketika mental Inir jatuh, tetap saja Kaka Hiranya bisa memaklumi dan membantu membangkitkan semangat." Inir Axelle mendekat ke arahku dan memeluk tubuhku dengan eratnya. Dia juga mengelap air matanya yang menetes di pipinya. Kasihan dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, padahal anaknya orang kaya tapi kok terlunta-lunta hidupnya. Kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tua dan saudaranya. Orang tuanya sibuk bek

