Malam semakin larut, suasananya juga terasa sangat tidak enak, ada banyak beban pikiran dan emosi yang bisa juga aku rasakan, yang sebenarnya itu berasal dari pihak lawan. Aku tidak mungkin kuat jika terus meladeni Haveda. Sebaiknya aku segera pergi dari sini tapi apa yang aku jadikan alasan untuk menghindarinya. "Mas aku mohon pulanglah, aku ada urusan penting. Aku banyak pekerjaan dan ada beberapa hal yang harus aku urusi," tegas ku kepada Haveda. Aku berulang kali memejamkan mata sambil menarik napas untuk menyeimbangkan emosiku yang nyaris saja meledak dan tak bisa dikendalikan. Tapi aku harus bisa menyetabilkan emosi ini. Haveda sedang emosi dan seharusnya aku bisa mengalah agar tidak terjadi pertikaian. Jika panas di lawan panas yang ada api malah berkobar-kobar dan menyambar apa

