Adalah ketenangan yang kita dapat ketika menyatu dengan alam. Walaupun dunia sekarang sedang gaduh. Teriakan keadilan di mana-mana. Hanya alam yang senantiasa tenang. Walaupun ketika marah, kehancurannya dua kali lipat lebih menyeramkan. Entah mengapa, kalimat itu terkadang mengingatkanku pada Sjhon. Yang selalu tenang di manapun dia berada. Meski sampai sekarang aku belum pernah melihat sedikitpun kemarahannya karena dia hampir tak pernah marah atau mungkin hanya aku yang tidak tahu. Sjhon berdiri di sampingku di tepi danau, kedua tangannya masuk ke dalam saku jaket. Terus menatap lurus ke depan pada air yang memantulkan cahaya rembulan. Juga menyinari wajah kami berdua. Sehingga, bukan hanya lampu jingga saja yang terang di sini. "Kalau aku tidak bertemu denganmu, mungkin aku tida

